PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN KOMBINASI TERAPI GUIDED IMAGERY DAN MUSIK INSTRUMENTAL SUARA ALAM PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2

Penulis

  • Indri Ayu Wandhani STIKes Kendedes Malang
  • Luluk Nur Aini STIKes Kendedes Malang
  • Lie Liana Fuadiati STIKes Kendedes Malang
  • Siti Kholifah STIKes Kandedes Malang

Kata Kunci:

guided imagery, musik instrumental suara alam, kecemasan, diabetes mellitus tipe 2

Abstrak

Kecemasan merupakan masalah psikologis yang sering dialami oleh pasien diabetes mellitus tipe 2 akibat beban dalam pengelolaan penyakit kronis. Kondisi ini dapat memengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan serta pengendalian kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah pemberian kombinasi terapi guided imagery dan musik instrumental suara alam pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Rumah Sakit Prima Husada Sukorejo. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan two group pretest–posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 112 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi sebanyak 56 responden dan kelompok kontrol sebanyak 56 responden. Intervensi diberikan selama 30 menit setiap sesi selama tiga hari berturut-turut. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok kontrol tidak terdapat perubahan yang signifikan (p = 0,083), sedangkan pada kelompok intervensi terjadi penurunan kecemasan yang signifikan (p = 0,000). Hasil uji Mann-Whitney juga menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah intervensi (p = 0,000). Kombinasi terapi guided imagery dan musik instrumental suara alam efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien diabetes mellitus tipe 2.

Referensi

Alavijeh, F. Z. et al. (2018). The relationship between stress and blood glucose control in patients with type 2 diabetes. Diabetes & Metabolic Syndrome: Clinical Research & Reviews, 12(3), 347–351.

Alvarsson, J. J., Wiens, S., & Nilsson, M. E. (2020). Stress recovery during exposure to nature sound and environmental noise. International Journal of Environmental Research and Public Health, 17(3), 789–801.

Anamagh, R. (2024). Guided imagery and music therapy in clinical anxiety management. Journal of Complementary Therapies in Clinical Practice, 49, 102852.

Association, A. D. (2022). Standards of medical care in diabetes—2022. Diabetes Care, 45, S1–S264.

Bhaskara, I. G. et al. (2022). Hubungan kecemasan dengan kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes melitus tipe 2. Jurnal Keperawatan Indonesia, 25(1), 45–53.

Bradt, J., Dileo, C., & Shim, M. (2022). Music interventions for anxiety and stress in patients with chronic illness. Journal of Music Therapy, 59(1), 1–28.

Cheng, C., Lin, Y., & Wang, J. (2021). Effects of instrumental music on autonomic nervous system responses. Frontiers in Psychology, 12, 675432.

Djohan, Tyasrinestu, F., & Sualang, M. (2022). Terapi musik: Teori dan aplikasi. Galangpress.

Federation, I. D. (2021). IDF Diabetes Atlas (10th ed.).

Friska, E. (2020). Pengaruh guided imagery terhadap penurunan kecemasan pada pasien pre operasi. Jurnal Kesehatan, 11(2), 123–130.

Indriyati, R., Nugroho, A., & Sari, P. (2025). Pengaruh self-selected music therapy terhadap kecemasan pasien pre operasi. Jurnal Keperawatan Indonesia, 28(2), 112–120.

Ismail, K. et al. (2022). Prevalence of anxiety and depression in people with diabetes. Diabetic Medicine, 39(3), e14780.

Kriswanto, E. S. (2020). Terapi musik sebagai intervensi keperawatan. Pustaka Baru Press.

La Ede, S., Gani, A., & Nurlinda. (2021). Pengaruh teknik relaksasi guided imagery terhadap penurunan skala nyeri. Jurnal Ners Dan Pendidikan Keperawatan, 7(2), 89–96.

Laura, M. et al. (2021). Guided imagery sebagai terapi komplementer. Jurnal Keperawatan, 13(2), 89–97.

Lin, H., Chen, W., & Tsai, C. (2024). Relaxation therapy combining guided imagery and music. Diabetes Research and Clinical Practice, 196, 110110.

Murtiyarini, L., Hidayat, T., & Rahayu, S. (2023). Guided imagery and classical music therapy. Jurnal Keperawatan Modern, 15(1), 45–54.

Pasambo, F. et al. (2025). Efektivitas guided imagery dan musik terhadap kecemasan pasien preeklamsia. Jurnal Kesehatan, 12(1), 33–41.

PERKENI. (2021). Pedoman pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 dewasa di Indonesia.

Potter, P. A., & Perry, A. G. (2021). Fundamentals of nursing (10th ed.). Elsevier.

Yanti, N. L. et al. (2020). Terapi musik untuk menurunkan kecemasan. Jurnal Keperawatan Jiwa, 8(3), 245–254.

Yuliasih, Y., Yona, R., & Waluyo, A. (2025). Music therapy for anxiety management in hospitalized patients. Complementary Therapies in Medicine, 73, 102945.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-27

Cara Mengutip

Ayu Wandhani, I., Nur Aini, L., Fuadiati, L. L., & Kholifah, S. (2026). PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN KOMBINASI TERAPI GUIDED IMAGERY DAN MUSIK INSTRUMENTAL SUARA ALAM PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2. Watson Journal Of Nursing, 4(2). Diambil dari https://www.e-journal.stikesgunungmaria.ac.id/index.php/wjn/article/view/159